Postingan

Menampilkan postingan dengan label Politik

#2019GantiPresiden, HANYA MIMPI DISIANG BOLONG

Gambar
Sahabat-sahabatku pecinta ceritaasap.blogspot.com dimana saja berada. Salam kompak selalu semoga lewat tulisan sederhana ini, bisa memberikan percerahan tentang fenomena politik di negri ini menjelang Pemilihan Presiden pada tahun 2019. Layaknya sebuah drama yang sedang berlangsung dihadapan ruang publik, ada pelaku utama (protagonis) dan pelaku yang menentang pelaku utama (antagonis). Drama ini tentu akan berakhir tahun 2019 dengan sekian banyak episode, iklan-iklan sponsor dan King Maker. Bagaimana ending dari drama politik ini? Masih dalam misteri tak mampu ditebak namun bisa dianalisa. Tokoh antagonis,Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menyerukan #2019gantipresiden tak lain seiring dengan gagasan Sri Bintang Pamungkus yang membuat gerakan tolak Jokowi sebagai Capres 2019. Seruan itu sempat menjadi trending topik di media sosial, kemudian dituangkan lewat kaos, gelang dan gelas. Namun dengan santai tokoh utama (Jokowi) merespon " masak dengan kaos bisa ganti Presiden? yang...

MENYIBAK MISTERI,CAWAPRES JOKOWI PADA PILPRES 2019

Gambar
Presiden Joko Widodo kembali diusung Partai PDIP bersama koalisinya untuk kembali berlaga pada PILPRES 2019, namun sampai dengan detik ini, siapa yang akan dipinang petahana belum dipublikasikan. Terlihat sangat santai dan tenang, peneliti ICW (Indonesia Corruption Watch) menyodorkan nama Prof. Mahfud MD seorang ahli Hukum untuk bisa dilirik. Disamping itu, usaha lain datang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan 12 nama tentu dengan harapan agar bisa dipinang salah satu dari 12 figur ini. Berikut nama-nama figur cawapres Joko Widodo usulan PSI: 1. Airlangga Hartarto 2. Chairul Tanjung 3. Din Syamsudin 4. Luhut B. Panjaitan 5. Moeldoko 6. Mahfud MD 7. Nadien Makarim 8. Rusadi Kirana 9. Said Aqil Siroj 10. Sri Mulyani Indarwati 11. Susi Pudjiastuti 12. Yaqut Cholil Qoumas Nama-nama tersebut diatas tentu punya kelebihan, popularitas, elektabilatas tinggi dan diyakini bisa mendulang banyak suara saat mendampingi Pak Jokowi dipentas PILPRES 2019. Tapi,tidakla...

POLITISASI AGAMA, ROBEK KEBHINNEKAAN

Gambar
Garuda Pancasila Mari kita dengungkan bersama, sebelum membaca tulisan sederhana ini PADAMU NEGRI KAMI BERJANJI PADAMU NEGRI KAMI BERBHAKTI PADAMU NEGRI KAMI MENGABDI BAGIMU NEGRI JIWA RAGA KAMI 2018 adalah tahun politik dimana semua kegiatan para politikus selalu disisipkan dengan ajakan memilih orang/paket tertentu. Hal ini memang lumrah terjadi di negri demokrasi seperti Indonesia. Karena akan ada laga bergengsi dan menguras isi dompet di tahun 2019. Ada yang mau mempertahankan kekuasaan tapi ada juga yang ingin membalas sakit hatinya. Apakah tahun 2019 akan terjadi partai balas dendam atau sebaliknya, dendam itu akan terbawa sampai mati? Kita tunggu saja opera yang melibatkan banyak peran itu di panggung CAPRES tahun depan.  Sebuah pertanyan dalam pikiran publik, Siapa yang akan menjadi Presiden Indonesia periode 2019-2024? tentu saja masih menyuguhkan teka-teki. Banyak hasil survey dari lembaga survey nasional baik yang kredibel maupun yang tidak, menghiasi me...

PESAN MARIANUS SAE DARI BALIK JERUJI BESI KPK

Gambar
Kontestasi pilgub NTT 2018 menyisakan sebuah kisah miris pada kontestan no urut 2. Dimana Marianus Sae yang diusung partai politik PDIP dan PKB terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait fee proyek saat menjabat sebagai bupati Ngada. Hal ini menjadi alasan Marianus Sae harus mendekam dibalik jeruji besi KPK dan meninggalkan  Ibu Emi sendiri berjalan menyisir setiap pelosok wilayah NTT.  Sang ibu dengan lembut menghembuskan pesan, NTT butuh seorang Ibu yang memimpin menggunakan kelembutan hati. Sedangkan,dibalik jeruji Marianus memberikan pesan yang dikutip dari laman resmi facebooknya, 05 Maret 2018. "Dari balik jeruji besi KPk, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena tidak bisa berjuang bersama-sama untuk NTT yang lebih maju. Tetapi saudara-saudari teruslah berjuang bersama Ibu Emi Nomleni. Saya pastikan Ibu Emi bisa berbuat yang terbaik untuk NTT. Politik yaa... Inilah politik kita. Bangkitlah dan berjuanglah...dan raihlah kemenangan bersama MS-...

MARIANUS SAE DAN KONTESTASI PILGUB NTT

Gambar
Siapa tak kenal Marianus Sae? Mantan Bupati Ngada 2 periode ini, menempati posisi terbaik dari 11 tokoh dalam kegiatan yang diselengarakan oleh Psikologi Politik Universitas Indonesia (PPUI). Pilihan para pakar bertajuk "Mencari Kandidat Gubernur Terbaik NTT", minggu 26 November 2017 di hotel NEO, kupang. Marianus Sae dinilai para pakar NTT sebanyak 302 orang sebagai kandidat terbaik hampir disemua aspek yaitu visioner, kemampuan memimpin , kemampuan memecahkan masalah, kemampuan politik, dan kemampuan komunikasi politik.(detikNTT.com). Berdasarkan hasil ini, PDIP bersama koalisinya menangkap Marianus Sae dan melepas Ray Fernandez yang sebelumnya digadang-gadang menjadi cagub dari PDIP. Alhasil mantan bupati TTU ini harus kecewa dan memilih jalan sendiri, bercerai dengan partai yang sudah membesarkan namanya. Ditengah santernya nama Marianus Sae dihati masyarakat NTT, KPK melalui juru bicaranya menyatakan Marianus Sae diduga menerima suap Rp.4.1 Miliar dari Dirut P...

JOKOWI VS PRABOWO

Gambar
2018 adalah tahun politik seperti yang digadang-gadang oleh pengamat politik di negri ini lantaran hasil PILKADA turut menentukan PILPRES ditahun 2019. Hal ini memicu hangatnya pegiat-pegiat medsos (media sosial) menawarkan kelebihan-kelebihan paket yang akan diusung pada PILPRES nanti. Bung Fadli wakil rakyat dari Partai Gerindra membuat polling di tweeter alhasil Mr.Prabowo kalah pamor dari sang petahana Mr. Jokowi, dengan perbandingan 45% : 55% dari total suara 30.336 Apakah ini representatif suara netter untuk kemenangan Mr. Jokowi berdasarkan hasil kerja nyata selama 3 tahun? Saya pikir tidak karena dilain pihak polling yang sama diciutkan oleh Bung Denny Siregar yang ternyata kemenangan berada dipihak Mr. Prabowo 67%. Dari total suara 34.836 dengan waktu tersisa 8Jam 22 menit. Hasil polling kedua aktivis ini menunjukan bahwa hasil pada PILPRES ditahun 2019 masih dalam bambu. Sehingga butuh kerja keras dari timses kedua kubu untuk mempromosikan kelebihan-kelebihan yang dim...

KITA INDONESIA

Gambar
Sahabat-sahabatku... Sebentar lagi kita akan menutup tahun 2017 dan membuka lembaran baru di tahun 2018. Tentu saja kita memiliki kenangan baik kenangan manis maupun kenangan pahit, namun harus kita sadari bahwa itulah perjalanan hidup yang penuh warna. 2018 tinggal menghitung hari dimana Indonesia akan menggelar PILKADA serentak pada 171 daerah terbagi dalam 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten, yang sedianya akan berlangsung pada tanggal 27 Juni 2018. Para pegiat politik sedang merancang taktik dan strategi demi meraih dukungan atau simpati masyarakat mulai dari hal positif seperti mengelar konser pegelaran seni dan budaya sampai menyebar isu berbau SARA atau politik identitas karena Indonesia sangat rentan dengan hal ini karena penduduk yang heterogen, beda budaya beda pula agamanya. Hal ini merupakan celah bagi beberapa pegiat politik untuk meraup dukungan demi jabatan dan uang. Namun, sebagai Masyarakat harus cerdas melihat itu sebagai iklan murahan dari pegiat lemah da...