AKU DAN LELAKIKU
Foto: Adriano Tantris Werang
Langit bertaburan bintang hingga bulanpun enggan menyapa
Ku ingin malam tak lagi disini
Menyapa waktu sembari menunggu datangnya pagi
Ada banyak yang telah pergi menghadap sang khalik
Juga ada banyak yang baru hadir mengenal dunia.
Telah tiada meninggalkan nama
Yang baru datng kita ucapkan selamat.
Bak selembar kertas putih, aku bertanya
"adakah seorang yang telah menulisnya sehingga semua dapat terbaca?
" semua menuai persepsi.
Empati...
Apakah kamu orang berikutnya yang ingin menampung air mata ini?
Hai, lihatlah..
Ada juga disana yang sedang menertertawakanku
Adapula yang lekas menyuruhku pergi..
Sebab aku ini pewaris tunggal tak bertuan..
Setidaknya kalian tersenyum
Sebab aku tercipta dari konsprasi bayi tabung
Hingga kalian berceloteh sambil menertawakanku..
Rembulan malam enggan menyapaku ia turut bersedih...
Ingin ku bertanya padanya:
"jika engkau mengizinkan
Aku tuk kembali bersua dengannya saat rambutnya mulai menua.
Disitulah tak ada lagi yang perlu ditangisi
Tidak ada lagi pemeran pengganti, bahkan tokoh antagonis sekalipun yang merengek merasa diri paling benar.
Biarlah senja pergi membawa duka ini
Agar langit berkabung menanti turun hujan.
Saat itulah aku ingin kembali ke rahim Ibu
Tempat aku mersa paling nyaman.
Distulah tempat istrahatku yang terakhir sebab disana tiada isak tangis lagi
By. Adriano Trantris Werang

Keren ade... tingkatkan.
BalasHapusTerimkasih abang
Hapusπͺπͺπππππͺπͺπͺ
BalasHapusBerinpirsilh.
Terimaksih Ama
BalasHapusSemangat dan sukses selalu tata...
BalasHapusMkasih oa
BalasHapusKk keren skaliπππ
BalasHapusMkasih ade
HapusMantap kopo
BalasHapusTerimakasih kopo
HapusSmangat abng ganteng...
BalasHapusMntap ama oo
BalasHapusTerimaksih Ama
HapusTerimkasih
BalasHapusOh,,,, keren oh
BalasHapusFighting tingkatkan terus tmn
Jangan sekali-kali kamu mencoba untuk menabrak rahim kecilku.
BalasHapus